Jadi Tutor Rumah Baca di Papua, Bawa Sukacita

Jadi Tutor Rumah Baca di Papua, Bawa Sukacita

Memiliki semangat yang sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), Sara Yunita (36) mengambil peran untuk literasi anak-anak di Papua. Hal ini ia lakukan dengan tekun dan berdedikasi agar tidak ada lagi anak yang kurang lancar membaca.

Akrab disapa Kak Sara, sehari-hari bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Biak Numfor. Ia juga seorang guru Sekolah Minggu sekaligus tutor Rumah Baca. Kampung tempat ia tinggal merupakan area dampingan WVI. Salah satu aktivitas hasil kerja sama antara masyarakat dan WVI adalah Rumah Baca, sebuah aktivitas untuk anak-anak semakin mengenal dunia literasi.

Ia merasa Rumah Baca dapat menjadi tempat anak-anak belajar membaca dan menulis di luar sekolah. "Sebelum ada Rumah Baca yang diinisiasi oleh WVI di kampung, sangat sedikit kegiatan literasi sehingga ada keterlambatan perkembangan literasi anak. Saya prihatin ketika melihat adik-adik saya kurang lancar membaca di usia sekolah yang semestinya mereka sudah harus fasih membaca," ungkap perempuan yang aktif menjadi relawan untuk kegiatan anak-anak sejak 2024.

Kak Sara dengan sabar dan tekun mengajar anak-anak mengenal huruf menggunakan metode dan modul yang telah dibekali oleh WVI. Setelah rutin melakukan kegiatan di Rumah Baca, kegemaran anak untuk membaca meningkat. Perubahan ini kemudian didukung juga oleh donasi buku bacaan kontekstual dari para sponsor. Hal ini memberikan pengaruh positif bagi kehidupan anak-anak di sekitar Kak Sara. Ternyata, mengatasi isu literasidi kampung justru dimulai dengan memprioritaskan anak-anak, lalu menggunakan metode yang benar untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis.

Sukacita yang tak terhingga Kak Sara rasakan ketika melihat anak-anak yang ia bina perlahan semakin terampil membaca dan menulis. "Salah satu anak yang saya dampingi bisa menulis namanya sendiri, jika dibandingkan sebelumnya ia tidak dapat menulis dengan baik, hal ini membuat saya sangat bersukacita," pungkasnya.

 

 

Penulis: Emilia Sarakan (Fasilitator lapangan untuk kantor operasional WVI di Biak, Papua) 

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive) 


Artikel Terkait